18 Alasan Mengapa Muslimah Lebih Cantik Memakai Jilbab
Dalil mengenai wajibnya mengenakan pakaian bahagian atas (khimar/tudung) adalah Firman Allah, “Hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dada mereka” [QS An-Nur (24):31]. ......Dan Hadis Rasulullah riwayat dari Bazzar dan At-Termizi menjelaskan,... Readmore...
LANGKAH SETAN MENELANJANGI PARA WANITA
Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). Setan tahu persis ... Readmore..
Debat 1 Da’i VS 20 Pendeta Dihadiri 10.000 Orang = 144 Masuk Islam, Termasuk 3 Pendeta
Kabar gembira datang dari Ethiopia seputar perkembangan dakwah terbaru di sana Allahu Akbar.Direktur pelaksana Dewan Internasional Untuk Pengenalan Islam (DIUPI), yang merupakan ... Readmore...
Dik, Jadilah engkau...
Dik… Jadilah Layaknya A’inul Mardiyah. Dik…jadilah layaknya Ibunda Maryam yang senantiasa menjaga kesucian dirinya. Agar kau menajadi panutan bagi wanita kebanyakan. Dik…jadilah layaknya Khadijah Alkubra ... Readmore...
Untuk Hati yang tengah Tersakiti
Saat memandangi hari.. Semakin hening dan makin tunduk merenungi. Setiap episode yang terjadi dalam hidupku, sudah begitu banyak warna yang terlukiskan, dan begitu banyak pula noda hitam mengotorinya. Readmore...
Perusak-perusak Ilmu
Bisa Saja Kita Berpulang Esok Pagi
Pengumuman di masjid itu selalu bergema kapanpun setiap ada orang yang meninggal, kadang setelah disebut namanya akan mengagetkan warga yang mendengarnya.. Lalu komentar-komentar akan muncul tentang si almarhum..
"Lho, semalam masih jalan di depan sini kok! Masih seger buger.."
"Haaah! Dia meninggal! Tadi pagi masih WA-nan sama gua!"
"Masya Allah, masih muda kan dia.. Cantik orangnya, belum nikah padahal udah Allah panggil duluan.."
"Ooo.. Bapak yang rajin ke masjid itu ya, bener aku sering ngelihat.. Semoga Khusnul Khotimah"
"Naaah.. Mati juga dia akhirnya, dari dulu hobinya mabok, jebol juga itu ginjalnya.. "
Besanan Yuk
Copas
Selasa, 29 Januari 2013
Ditulis oleh ust Budi Ashari Lc
Yuk BESANAN.......
Ini memang bukan zaman Siti Nurbaya. Ya, karena ini zaman yang akan mengembalikan kebesaran Islam. Kehadiran kembali generasi sehebat generasi terbaik; Shahabat Rasulullah. Dan tema kita ini merupakan salah satu konsep parenting nabawiyah.
Gara-gara kalimat ini bukan zaman Siti Nurbaya, para orangtua merasa ‘tertekan’ oleh anak-anaknya. Akhirnya keluarlah kalimat ‘menyerah’ para orangtua: Terserah kamu, asal kamu bahagia, ayah dan mama tinggal merestui saja.
Saya mengkhawatirkan kalimat yang terlihat sangat bijak itu, maknanya kelemahan orangtua dan ketidakmampuan memberi masukan kepada anaknya. Karena anak-anaknya telah kalah oleh zaman yang bukan lagi zaman Siti Nurbaya.
Memaksa anak sehingga tidak mempunyai hak suara juga tidak dibenarkan oleh Rasulullah. Tetapi jangan hanya berhenti di sini. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam kehidupan beliau soal mencari menantu atau menjodohkan.
Konsep mencari jodoh telah disampaikan secara lisan oleh Rasulullah di hadapan para shahabat. Tetapi Nabi tak berhenti sampai di situ. Nabi pun langsung terjun ke lapangan perjodohan untuk mengawal langkah pertama sebuah peradaban itu. Agar tidak salah langkah.
Ada kisah siroh sederhana yang sering kita dengar tetapi terlewatkan pelajarannya.
Coba ingat kembali 4 shahabat paling mulia Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali –radhiallahu anhum-.
Dan lihat komposisi menarik dari ke-4 shahabat tersebut:
Abu Bakar = Mertua (Nabi menikahi Aisyah)
Umar = Mertua (Nabi menikahi Hafshah)
Utsman = Menantu (Nabi menikahkan Ruqoyyah kemudian Ummu Kultsum)
Ali = Menantu (Nabi menikahkan Fathimah)
2 mertua dan 2 menantu.
Jadi ikatan Nabi dengan keempat Khalifah sepeninggal beliau tak hanya ikatan Nabi dan umatnya, guru dan muridnya. Tetapi hingga ikatan menantu dan mertua, mertua dan menantu.
Hal seperti ini tak hanya berhenti pada kisah keluarga-keluarga mulia tersebut. Nabi juga ikut menentukan perjodohan yang terjadi di beberapa shahabatnya.
Bacalah kembali proses perjodohan Bilal muadzin Nabi yang berkulit hitam dan mantan budak itu dengan Halah binti Auf, saudari Abdurahman bin Auf saudagar kaya dari Quraisy. Nabi yang berkali-kali mengatakan kepada keluarga Abdurahman bin Auf: Kemanakah kalian dengan Bilal? Bagaimana kalian dengan calon penghuni surga itu?
Dan perjodohan itupun terjadi.
Baca juga proses perjodohan Fathimah binti Qois, wanita Quraisy yang terhormat itu. Saat ia dilamar oleh Muawiyah dan Abu Jahm, Nabi mengatakan bahwa keduanya tidak ada yang cocok untuk Fathimah binti Qois. Dan Nabi pun memberi saran: Menikahlah dengan Usamah.
Dan perjodohan itupun terjadi.
Renungi juga penolakan tawaran awal Nabi yang meminta seorang gadis dari keluarga Anshor untuk dinikahkan dengan Julaibib, lelaki miskin dan jauh dari kata tampan.
Dan perjodohan itupun terjadi.
Antara shahabat pun terjadi saling menjodohkan. Lihatlah antara dua orang besar: Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Ali kelak menjadi mertua untuk Umar bin Khattab. Karena putrinya Ali yang bernama Ummu Kultsum dinikahi oleh Umar. Umar berkata: Sesungguhnya aku menikahinya karena teringat sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Semua sebab dan nasab terputus kecuali sebab dan nasabku.” Karena itulah Umar sangat memuliakan Ummu Kultsum binti Ali dengan mahar pernikahan: 40.000 Dirham. (Lihat Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir)
Demikian juga tanggung jawab seorang ayah; Umar bin Khattab saat melihat putrinya Hafshoh menjanda karena suaminya meninggal. Umar mendatangi Abu Bakar untuk menawarkan putrinya agar dinikahi oleh Abu Bakar. Tapi Abu Bakar hanya diam saja. Kemudian ditawarkan kepada Utsman, tetapi Utsman menolak. Hingga Umar mengadu kepada Rasulullah dan kemudian dinikahi oleh Rasulullah.
Contoh seperti ini bertebaran sangat banyak di dalam sejarah orang-orang terbaik itu. Sebenarnya banyak pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Tetapi tulisan ini hanya ingin menyoroti satu hikmah saja. Yaitu: mereka saling menikahkan anak-anak mereka dengan orang dan keluarga yang sudah sangat dikenalnya bahkan telah dekat karena ikatan kebersamaan satu pengajian di majlis Rasulullah dan ikatan persahabatan imani antar mereka.
Inilah sebenarnya solusi parenting dan jawaban dari kegundahan para pencari mantu hari ini. Sekaligus mengembalikan peran dan fungsi orangtua dalam pemilihan jodoh anaknya.
Cobalah tengok ke kanan dan kiri tempat anda duduk mengaji bersama. Ada teman-teman kita yang sama rajinnya dengan kita dalam menuntut ilmu Islam. Sudah lama kita mengenal kebaikan, ilmu dan semangatnya membentuk keluarga Islami. Kalau di keluarga itu ada pasangan yang tepat untuk anak kita, bisikkan kepadanya:
Yuk, besanan...
Usia
Kulkas (kultum ringkas) pagi ini
Bergerak, bekerja, dan berkarya - begitu seharusnya seorang Muslim.
Tuntas di satu ladang amal, maka ia segera bergegas ke ladang lainnya.
Bergerak, bekerja, dan berkarya - begitu seharusnya seorang Muslim.
Ia tidak mengenal "terlalu muda" atau "terlalu tua".
Karena ratusan inspirasi bertebaran di semua jenjang usia.
Usia SMP-SMA, kisah2 pemuda fenomenal bisa membuka mata.
17 tahun, Usamah bin Zaid dipercaya Rasulullah memimpin pasukan ke Syam.
Imam Syafi'i, belum 10 tahun hafal Quran, 15 tahun mulai berfatwa.
Usia 20-30, jangan lupakan Umar bin Abdul Aziz dan Muhammad Al-Fatih.
25 tahun, Umar bin Abdul Aziz sudah menjadi gubernur Madinah/Hijaz.
21 tahun, Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel, tercatat tinta emas sejarah.
Usia 30-40, usia pertengahan yang produktif.
Tak terhitung tokoh2 teladan segala bidang yang berkarya di usia ini.
Usia 40-50, Rasulullah SAW bisa jadi contoh terbaik.
"Karir" kenabian beliau justru dimulai dari usia 40.
Usia 50-60, Rasulullah SAW masih jadi teladan ideal.
Perang2 penting fase Madinah semuanya saat usia di atas 50.
Badar di usia 54, Uhud di usia 55, Khandaq di usia 57.
Bahkan di usia 60, ratusan km masih ditempuh untuk mencapai Tabuk.
Usia 60-70, Utsman bin Affan lah contoh terdepan.
Saat menginjak 65, beliau tak menolak amanah khalifah.
Berbagai capaian pun terukir di zamannya.
Usia 70-dst, beberapa ulama kontemporer perlu diteladani.
Yusuf Qaradhawi masih aktif hingga kini di menjelang 90.
Abdullah bin Bayyah masih menelurkan buku di usia 70 lebih.
Bergerak, bekerja, dan berkarya - begitu seharusnya seorang Muslim.
Baginya, tak ada kata pensiun, karena pensiun adalah di surga.
Faidzaa faroghta fanshob.
Wa ilaa robbika farghob
Pohon Korma
Ada kata-kata bijak kuno yang mengatakan bahwa:
"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma"
Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah.
Dengan kondisi tanah yang kering, gersang, tandus dan kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon korma yang bisa bertahan hidup.
Tak berlebihan kalau pohon korma di anggap sebagai pohon yang tahan banting.
Kekuatan pohon korma ada di akar-akarnya.
Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu.
Mengapa biji itu harus ditutup batu..?
Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas.
Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal.
Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan diatasnya.
"Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah."
Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa..?
Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengijinkan tekanan hidup datang.
Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya.
Allah mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat.
Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yang selama ini menekan kita.
Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Allah mendesain kita seperti pohon korma.
Sebab itu jadilah tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan.
Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang-pemenang kehidupan.
***
Sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah
***
Rasulullah dan Secawan Anggur
Di riwayatkan suatu ketika ada seorang lelaki Fakir dari Ahli suffah mendatangi Rasulullah dengan membawa cawan yang di penuhi oleh buah Anggur, di hadiahkan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Rasulullah mengambil cawan itu kemudian memulai memakan nya
Rasulullah memakan Anggur pertama kemudian beliau tersenyum.
Rasulullah memakan buah anggur kedua beliaupun tersenyum lagi.
Lelaki Fakir tersembut serasa Hampir terbang karena saking gembiranya.
Sedangkan Para sahabat menunggu, sebab sudah merupakan kebiasaan Rasulullah akan mengajak para sahabat bergabung bersama Rasulullah dalam setiap hadiah yang di berikan kepada beliau.
Rasulullah memakan Anggur satu persatu sambil tersenyum, demi Ayah dan ibu ku sampai Habislah buah anggur yang ada dalam cawan itu.
Para Sahabat memandangnya Keheranan.
Giranglah si lelaki fakir tersebut dengan kegirangan tak terhingga. kemudian ia pergi.
Lalu bertanyalah salah seorang Sahabat. "Wahai Rasulullah, Kenapa engkau tidak mengajak kami bergabung makan bersama mu?
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam tersenyum, lalu menjawab :
Sungguh kalian telah melihat si lelaki fakir sangat kegirangan dengan cawan yang berisi buah Anggur itu.
sesungguhnya manakala aku mencicipi buah Anggur tersebut, Aku rasakan Pahit rasanya.
Jadi aku tidak mengajak kalian untuk makan bersama, sebab aku khawatir kalian akan menampakkan rasa pahit di wajah kalian sehingga dapat merusak kegembiraan si lelaki fakir tersebut.
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظيم
Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki budi pekerti yang mulia.
⭕ Tidak seharus nya apa yang ada di dalam hati kita itu mesti di ungkapkan
⭕ tidak semua apa yang di ungkapkan merupakan maksud yang di kehendaki.
⭕ Tidak semua apa yang telah di tuliskan adalah kenyataan hidup yang kita lalui.
Senyum yang tulus, Hati yang bersih, bergaul dengan baik, jiwa yang Murtah, Dan kalimat yang baik.
Beginilah hidup mu menjadi indah, Jadilahkanlah Akhlak mu cantik, niscaya hati mu menjadi damai
سُبْحَانَ اللّهُ وَاَلْحَمْدُلِلّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اللهُ أكبر
7 Macam Persahabatan
7 Macam Persahabatan,
Hanya 1 Sampai Akhirat.
Bismillah..
Beberapa Ragam Hubungan Persahabatan;
1."Ta'aruffan"
Persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, dan lainnya.
2. "Taariiihan"
Persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama, dan sebagainya.
3. "Ahammiyyatan"
Persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.
4. "Faarihan"
Persahabatan yang terjalin karena faktor hobby, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.
5. "Amalan"
Persahabatan yang terjalin karena seprofesi, misalnya sama-sama guru, dokter, notaris, dan sebagainya.
6. "Aduwwan"
Sahabat tetapi musuh, depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya,
"Bila kamu memperoleh ni'mat, ia benci, bila kamu tertimpa musibah, ia senang..." (Qs.Ali Imran:120)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun mengajarkan do'a;
"Allahumma ya Allah, selamatkanlah hamba dari sahabat yang bila melihat kebaikanku ia sembunyi tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.
"
7. "Hubban Iimaanan"
Sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia do'akan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.
Dari ke 7 macam persahabatan diatas,
1 - 6 akan sirna di Akhirat, yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, persahabatan yang dilakukan karena Allah
(Qs.Al-Hujuraat:10).
"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain kecuali persahabatan karena Ketaqwaan."
(QS.Az-Zukhruf:67)
Wallahu a'lam bishshawab..
Mantan Da'i
By: Junaedi Putra
Dunia memang memikat..
jika tidak percaya silakan tanya kepada mantan "akhwat"..
yang kini jilbab lebarnya berubah jadi kerudung ikat..
jilbab transparan dan pendek gak masalah yang penting bisa memikat..
kaidah syar'i sudah bukan lagi prinsip, dan ukhuwah bukan lagi perekat..
akhirnya sedikit-demi sedikit menjauh dari sahabat..
mulai dari hadir pengajian selalu terlambat..
lalu berkilah sedang nebus obat..
entah obat tetes mata atau obat hati dan semangat yang kian sekarat..
diteruskan dengan ocehan dan celotehan ringan sampai obrolan berat..
mulai dari canda yang tak tertata, sampai pola pikir yang mulai membarat..
entah lupa identitas atau memang tabi'at..
yang jelas kini sudah tidak lagi peduli akhirat..
yang penting baginya segera keluar dari dakwah yang dianggapnya sebagai jerat..
jangan lagi bicara tentang batasan syari'at..
karena dalam otaknya sudah penuh dengan kilah dan alasan untuk mendebat..
jangan lagi bicara kemuliaan islam, karena baginya dunia lebih menguntungkan dari akhirat..
jangan lagi bicara hukum fiqh, karena semua telah menjadi halal hanya dengan satu alasan, SYAHWAT..
jadwal lulur dan kosmetik kini jadi hal yang paling hebat..
padahal dulu dia jauhi karena tabarruj itu gawat..
paham agama atau tidak untuk jadi suami baginya sudah tidak lagi menjadi syarat..
siapapun bisa jadi penasihatnya walau tidak lagi sholat..
siapapun bisa jadi imamnya walau terus bermaksiat..
masa-masa heroik perjuangan dakwah baginya sudah lewat..
kini baginya masa untuk menikmati masa "indah" tanpa "jerat"..
dunia memang memukau..
jika tidak percaya, silakan tanya kepada begitu banyak "ikhwan" galau..
fose ini itu pamer ketampanan dan bergaya bak andy lau..
mabit, liqo, tilawah ah sudah gak zaman lah yau..
jika diajak bicara bukan lagi dengan dalil, tapi sebatas meracau..
semua orang dianggapnya pola pikir kuno, lalu hanya dialah yang "wow"..
yang belum nikah selalu aktif distatus akhwat. hellow..
berharap salah satu dari mereka bisa terpukau..
berharap dapet istri sholihah, tapi diri sendiri? aw aw aw..
yang sudah nikah sibuk buat membulli yang masih bujangan..
kesana kesini berlagak ngasih wejangan..
padahal sebenernya cuma mau pamer pasangan..
menghina sang lajang seolah menjadi kesenangan..
sehingga semua hal selalu berujung dengan celaan..
yang dirumah sibuk ngurus anak, eh dia sibuk cari "sampingan"..
bergaya sebagai "sang bijak" tempat curhat segala kalangan..
sedikit-demi sedikit makin tertutup, karena takut ketahuan sedang "berduaan"..
jangan lagi bicara binaan, militansi, dan kaderisasi; karena yang penting sekarang adalah kesenangan..
dia lakukan apa yang dia larang sendiri seolah tidak takut "kaburo maktan"..
============================================
dunia memang memikat dan memukau hingga banyak yang akhirnya berjatuhan dan akhirnya berhenti dari jalan dakwah.
sebagian dari mereka memilih untuk menjadi "orang biasa" saja hanya untuk menghindari amanah.
sebagian lainnya menganggap dakwah sebagai jerat dan belenggu.
nikmatnya ukhuwah dalam iman dianggapnya kesengsaraan.
dan mataku menyaksikan bahwa semua itu menyebabkan tidak sedikit mantan da'i yang akhirnya memilih maksiat daripada ta'at.
memilih jahiliyah daripada islam
memilih jalan yg buruk daripada jalan yg baik yg islam ajarkan.
kepada jiwa yang masih ingin kembali kepada maghfiroh Rabb-nya, Allah menjanjikan sebuah balasan yang sangat indah:
وَالَّذِينَ عَمِلُواْ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِن بَعْدِهَا وَآمَنُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al A'raaf 7: 153)
(ditulis dalam keadaan gemetar sambil membayangkan satu persatu mujahid dakwah itu tumbang dan berganti arah. dan sambil berharap semoga Allah kuatkan kaki dan langkah ini. karena memang benar bahwa dakwah itu tidak bisa dipikul oleh orang yang manja dan lemah tekad).
Astaghfirullahaladzim .. Smg kita ttp istiqomah.. Aamiin
NASEHAT IBNUL Qayyim
قال ابن القيم رحمه الله :
"إذا فتح الله عليك في باب قيام الليل ،فلا تنظر للنائمين نظرة ازدراء ...
وإذا فتح الله عليك في باب الصيام ، فلا تنظر للمفطرين نظرة ازدراء...
وإذا فتح الله عليك في باب الجهاد ، فلا تنظر للقاعدين نظرة ازدراء ...
فرب نائم ومفطر وقاعد أقرب إلى الله منك.
ثم قال :
"وإنك أن تبيت نائماً وتصبح نادماً خير من أن تبيت قائماً وتُصبح معجباً ،
فإنَّ المُعجَب لا يصعد له عمل".
مصدر :
مدارج السالكين (١٧٧/١)
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah :
Jika Allah membukakan untukmu pintu sholat malam, janganlah kau memandang orang yang tidur dengan pandangan merendahkan.
Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, jangan kau memandang orang yang tak berpuasa dengan pandangan merendahkan.
Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, jangan kau memandang orang yang tak berjihad dengan pandangan merendahkan.
Bisa saja orang yang tidur, yang tak berpuasa dan yang tak berjihad lebih dekat kepada Allah ketimbang dirimu."
Kemudian beliau melanjutkan,
Engkau berpagi hari bangun dari tidur lalu menyesal (karena tidak sholat malam) lebih baik dari pada berpagi hari dalam keadaan terjaga lalu berbangga (karena telah melakukan sholat malam).
Karena orang yang sombong, amalannya tidak akan naik ke sisi Allah."
jaga hati dari riya meskipun seberat debu...
Sumber :
( Madarijus Salikin:1/177)
30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM
Seseorang Itu Diwafatkan Atas Apa Yang Dicintainya
Keutamaan Anak Perempuan
Kisah Sepatu dan Sandal Jepit
Kerusakan Akibat Film Porno
Etika Berdoa, Agar Doa Cepat Terkabul
- Memuji Allah terlebih dahulu
Dengan tahmid, takbir, tasbih, membaca asmaul husna atai doa apa saja yang isinya memuji kebesaran dan kemulian Allah. Disunahkan pula membaca Shalawat sebelum berdoa:
“Setiap do'a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi.” (HR. Thabarani. Al-Albani menghasankan)
- Taubat terlebih dahulu
Akui semua kesalahan yang pernah kita lakukan, Anjuran ini berdasarkan cerita dalam Al-Qur’an tentang Nabi Yunus as:
"Bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.” (QS. Al-Anbiya: 90)
- Rendahkan diri ketika berdoa
Padukan hati, akal dan sikap ketika berdoa sambil penuh khusuk, Kerendahan diri bisa kita gambarkan ketika kita memelas meminta sesuatu dengan sangat, Dan hatipun sambil menjerit agar dikabulkan.
Allah Swt berfirman:
“Dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90) - Hadirkan hati ketika berdoa
Artinya ketika mulut berdoa, ikutkan hati sambil menyimak apa yang diutarakan mulut. Jangan sampai mulut dan hati tidak singkron. Hati terus dipaksa untuk menjerit dan memelas.
Nabi Saw bersabda:
“Berdo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah!, sesungguhnya Allah tidak akan menerima satu do'a dari hati yang lalai lagi lengah.” (Hadist Sahih)
- Jelas dan tegas ketika berdo'a
Janganlah berdoa dengan main-main seperti anjuran Nabi Saw:
“Janganlah seseorang mengatakan dalam do'anya: Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki, hendaklah dia teguh dalam berdo'a sebab perbuatan tersebut tidak dibenci.: (HR. Abu Daud, Hadist Sahih) - Berdo'alah di setiap kondisi
Banyaklah berdoa ketika dalam keadaan nyaman dan bahagia:
"Barangsiapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do'a saat nyaman.” - Berdoalah dengan suara lembut
Dan cukup di dengarkan sendiri bila berdoa sendiri.
“Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55) - Mengulangi do'a tiga kali
Sebab Nabi Saw mengulangi do'anya tiga kali.(HR. Muslim) - Menghadap kiblat
Seperti diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa. (HR. Bukhari)
- Mencari waktu mustajab ketika berdoa
Misalnya ketika sujud dalam sholat, di antara adzan dan iqamah, saat-saat terakhir pada hari jum'at, ketika sahur dll
- Mengangkat tangan ketika berdo'a
Rasulullah Saw bersabda:
"Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo'a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa". (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)
- Banyaklah berbakti kepada orang tua
Bakti kepada orang tua merupakan salah satu sebab dikabulkannya do'a, sebagaimana diceritakan:
Dalam kisah Uwais Al-Qorni bahwa dia seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. (HR. Muslim).
Juga kisah Ashabul Kahfi yang tertahan dalam sebuah gua yang lubangnya tersumbat oleh sebuah batu besar. (HR. Bukhari)
- Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah
Setelah mengerjakan shalat wajib adalah salah satu sebab dikabulkannya do'a. (HR. Bukhari)
- Memperbanyak amal soleh
Sebelum berdo'a atau sesudah berdoa, seperti sedekah, membantu kesulitan orang lain dll
- Berwudhu sebelum berdo'a
Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits bahwa Nabi Saw setelah selesai perang Hunain:
”Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau”. (Muttafaq’alaih).
- Berdoa dengan maksud baik
Seseorang yang berdo'a harus baik dan bermanfaat seperti, disebutkan di dalam kisah Nabi Musa as:
"Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku". Dan mudahkanlah untukku urusanku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Tha ha: 25)
- Ceritakan keluhan dan kebutuhan ketika berdoa
Keluhan dan banyak butuh ini yang diceritakan Qur’an tentang doa para Nabi. Diantaranya keluhan Nabi Ya’qub:
"Ya'qub menjawab: Sesungguhnya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86)
Begitu pula keluhan Nabi Ayyub:
"Dan ingatlah kissah Ayyub, ketika dia meyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang Penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)
- Berdo'alah untuk diri sendiri terlebih dahulu seperti
"Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kami. (QS. Al:-Hasyr: 5)
Rasulullah Saw sendiri jika menyebut nama seseorang untuk didoakan, beliau memulainya untuk diri beliau sendiri (Hadist Sahih).
- Berdo'alah pula untuk yang lain
Seperti berdoa untuk orang tua, keluarga, teman, tetangga dan saudara seiman.
Seperti firman Allah Swt:
Dan mintalah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19)
Rasulullah Saw bersabda:
"Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan maka Allah akan menulis baginya dengan setiap orang yang beriman tersebut kebaikan.” (Hadist Hasan)
- Jangan bersajak, dan pergunakan kalimat jelas.
Ibnu Abbas pernah berkata kepada Ikrimah:
“Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Saw dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut.” (HR. Bukhari)
- Panggilah nama-nama Allah yang sesuai dengan kondisi si pendoa
Misalnya: “ Ya Allah Yang Maha Pengasih kasihilah aku.”
- Ucapkan aamiin bagi orang mendengarnya.
- Memohon semuanya kepada Allah
Baik masalah yang kecil sekalipun ataupun masalah yang berat dan besar:
“Mintalah kepada Allah segala sesuatu sampai megadakan tali sendal sesungguhnya Allah Swt sendainya tidak memudahkan suatu urusan niscaya dia tidak akan menjadi mudah.”
Ust. Ackmanz Lc
Dilema Lamaran Ditolak
فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ
"maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. " [An-Nisa ayat 3]
Sumber: Status Tholabul Ilmu Syari










