ALT_IMG

18 Alasan Mengapa Muslimah Lebih Cantik Memakai Jilbab

Dalil mengenai wajibnya mengenakan pakaian bahagian atas (khimar/tudung) adalah Firman Allah, “Hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dada mereka” [QS An-Nur (24):31]. ......Dan Hadis Rasulullah riwayat dari Bazzar dan At-Termizi menjelaskan,... Readmore...

ALT_IMG

LANGKAH SETAN MENELANJANGI PARA WANITA

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). Setan tahu persis ... Readmore..

Alt img

Debat 1 Da’i VS 20 Pendeta Dihadiri 10.000 Orang = 144 Masuk Islam, Termasuk 3 Pendeta

Kabar gembira datang dari Ethiopia seputar perkembangan dakwah terbaru di sana Allahu Akbar.Direktur pelaksana Dewan Internasional Untuk Pengenalan Islam (DIUPI), yang merupakan ... Readmore...

ALT_IMG

Dik, Jadilah engkau...

Dik… Jadilah Layaknya A’inul Mardiyah. Dik…jadilah layaknya Ibunda Maryam yang senantiasa menjaga kesucian dirinya. Agar kau menajadi panutan bagi wanita kebanyakan. Dik…jadilah layaknya Khadijah Alkubra ... Readmore...

ALT_IMG

Untuk Hati yang tengah Tersakiti

Saat memandangi hari.. Semakin hening dan makin tunduk merenungi. Setiap episode yang terjadi dalam hidupku, sudah begitu banyak warna yang terlukiskan, dan begitu banyak pula noda hitam mengotorinya. Readmore...

Showing posts with label ibadah. Show all posts
Showing posts with label ibadah. Show all posts
Saturday, March 6, 2021

Perusak-perusak Ilmu

0 comments
Di antara perusak-perusak ilmu yang harus dijauhi oleh para pembelajar ilmu syar'i disebutkan oleh para ulama:

(1). Kelalaian.
Lalai menjadi penghalang terbesar bagi para tholabatul ilmi untuk memahami ilmu yang dipelajarinya. Allah berfirman:

 ولا تكن من الغافلين

“Janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.” (Al-A’rof: 205)

Lawannya lalai adalah kesungguhan dan kesabaran. Dari Abu Huroiroh, Rosulullah ﷺ mengingatkan, “Bersemangatlah dalam meraih hal bermanfaat bagimu dan minta tolonglah pada Allah dan jangan merasa lemah.” (HR. Muslim 2664)

Kita lihat bagaimana kesungguhan dan kesabaran para ulama dalam tholabul 'ilmi, di antara mereka ada yang mempelajari kitab "Shohih Al-Bukhari" hanya beberapa malam seperti Al-Khothib Al-Baghdadi.

Ada yang menghabiskan waktunya dalam sehari untuk mempelajari 12 bab ilmu yang berlainan seperti Al-Imam An-Nawawi. 

Berkat kesungguhan dan pengorbanan yang luar biasa, Allah karuniakan kepada para ulama baiknya pemahaman dan kesholihan dalam beramal. Sebab itu Yahya bin Abi Katsir berkata kepada puteranya, "Ilmu tidak akan dicapai dengan badan yang santai." 

(2). Ujub (Merasa Diri Besar).
Ujub termasuk penyakit yang kadang tidak disadari oleh penderitanya. Syaikhul Islam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata, “Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan daripada ujub dan berlebihan memandang jasa diri.” (Al-Fawa’id hal. 147)

Besarnya pengaruh ujub ini karena merusak keikhlasan sehingga ilmu yang dipelajarinya tidak barokah. Sedangkan lawan dari ujub adalah tawadhu (rendah hati).

(3). Mengandalkan Logika.
Beragama dengan otak atik otak, ini juga termasuk perusak yang sangat berbahaya sehingga dia lancang mendahului Allah dan Rosul-Nya ﷺ atau lebih menuruti kebiasaan daripada mengikuti petunjuk dalil-dalil Al-Qur'an was Sunnah sesuai bimbingan para salaf. Allah mengingatkan:

 ياأيها الذين آمنوا لا تقدموا بين يدي الله ورسوله واتقوا الله إن الله سميع عليم

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendahului Allah dan Rosul-Nya, bertaqwalah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurot: 1) 

Al-Imam Al-Auza’i (157 H) berkata, “Wajib engkau berpegang dengan atsar sekalipun orang-orang menolakmu dan hati-hatilah engkau dari logika-logika orang meskipun mereka menghiasinya dengan berbagai omongan. Karena perkara agama ini telah sangat jelas dengan atsar dan bila engkau beragama di atas dasar atsar itu maka engkau akan berjalan di atas jalan yang lurus.” (Al-Adabus Syar’iyyah 2/70)

https://t.me/manhajulhaq
Continue reading →
Thursday, January 21, 2016

Bisa Saja Kita Berpulang Esok Pagi

0 comments
INNALILLAHI WA INNAILAIHI ROJIUN.. TELAH MENINGGAL DUNIA DENGAN TENANG...
Pengumuman di masjid itu selalu bergema kapanpun setiap ada orang yang meninggal, kadang setelah disebut namanya akan mengagetkan warga yang mendengarnya.. Lalu komentar-komentar akan muncul tentang si almarhum..
"Lho, semalam masih jalan di depan sini kok! Masih seger buger.."
"Haaah! Dia meninggal! Tadi pagi masih WA-nan sama gua!"
"Masya Allah, masih muda kan dia.. Cantik orangnya, belum nikah padahal udah Allah panggil duluan.."
"Ooo.. Bapak yang rajin ke masjid itu ya, bener aku sering ngelihat.. Semoga Khusnul Khotimah"
"Naaah.. Mati juga dia akhirnya, dari dulu hobinya mabok, jebol juga itu ginjalnya.. "
Continue reading →
Friday, July 12, 2013

Etika Berdoa, Agar Doa Cepat Terkabul

0 comments
Sekapuh Sirih
Teman yang dimuliakan Allah, doa adalah makanan kita sehari-hari. Doa kita adalah untuk menjadikan diri kita lebih baik, penghilang nestapa, mencapai semua hasrat dan angan kita. Dan Alhamdulillah ternyata doa itu mudah asalkan kita tahu caranya. Ayo kita gunakan waktu kita untuk banyak berdoa sebelum semuanya terlambat.
Ayo kita jadikan diri kita sebagai pembawa rahmat dan berkah. Ayo kita berikan yang terbaik bagi diri kita dan orang lain. Jangan hanya pandai mengkritik tanpa pernah berbuat apapun. Karena semuanya akan terbalas sekecil apapun perbuatan kita. Jangan pula menyinggung perasaan orang lain, karena keburukan akan kembali kepada kita.

ETIKA BERDOA
  • Memuji Allah terlebih dahulu
    Dengan tahmid, takbir, tasbih, membaca asmaul husna atai doa apa saja yang isinya memuji kebesaran dan kemulian Allah. Disunahkan pula membaca Shalawat sebelum berdoa:
    “Setiap do'a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi.” (HR. Thabarani. Al-Albani menghasankan)

  • Taubat terlebih dahulu
    Akui semua kesalahan yang pernah kita lakukan, Anjuran ini berdasarkan cerita dalam Al-Qur’an tentang Nabi Yunus as:
    "Bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.” (QS. Al-Anbiya: 90) 


  • Rendahkan diri ketika berdoa
    Padukan hati, akal dan sikap ketika berdoa sambil penuh khusuk, Kerendahan diri bisa kita gambarkan ketika kita memelas meminta sesuatu dengan sangat, Dan hatipun sambil menjerit agar dikabulkan.

    Allah Swt berfirman:
    “Dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90)
  • Hadirkan hati ketika berdoa
    Artinya ketika mulut berdoa, ikutkan hati sambil menyimak apa yang diutarakan mulut. Jangan sampai mulut dan hati tidak singkron. Hati terus dipaksa untuk menjerit dan memelas.

    Nabi Saw bersabda:
    “Berdo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah!, sesungguhnya Allah tidak akan menerima satu do'a dari hati yang lalai lagi lengah.” (Hadist Sahih)


  • Jelas dan tegas ketika berdo'a
    Janganlah berdoa dengan main-main seperti anjuran Nabi Saw:
    “Janganlah seseorang mengatakan dalam do'anya: Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki, hendaklah dia teguh dalam berdo'a sebab perbuatan tersebut tidak dibenci.: (HR. Abu Daud, Hadist Sahih)
  • Berdo'alah di setiap kondisi
    Banyaklah berdoa ketika dalam keadaan nyaman dan bahagia:
    "Barangsiapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do'a saat nyaman.”
  • Berdoalah dengan suara lembut
    Dan cukup di dengarkan sendiri bila berdoa sendiri.
    “Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)
  • Mengulangi do'a tiga kali
    Sebab Nabi Saw mengulangi do'anya tiga kali.(HR. Muslim)
  • Menghadap kiblat
    Seperti diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa. (HR. Bukhari) 

  • Mencari waktu mustajab ketika berdoa
    Misalnya ketika sujud dalam sholat, di antara adzan dan iqamah, saat-saat terakhir pada hari jum'at, ketika sahur dll


  • Mengangkat tangan ketika berdo'a
    Rasulullah Saw bersabda:
    "Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo'a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa". (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)


  • Banyaklah berbakti kepada orang tua
    Bakti kepada orang tua merupakan salah satu sebab dikabulkannya do'a, sebagaimana diceritakan:
    Dalam kisah Uwais Al-Qorni bahwa dia seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. (HR. Muslim).
    Juga kisah Ashabul Kahfi yang tertahan dalam sebuah gua yang lubangnya tersumbat oleh sebuah batu besar. (HR. Bukhari)


  • Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah
    Setelah mengerjakan shalat wajib adalah salah satu sebab dikabulkannya do'a. (HR. Bukhari)


  • Memperbanyak amal soleh
    Sebelum berdo'a atau sesudah berdoa, seperti sedekah, membantu kesulitan orang lain dll


  • Berwudhu sebelum berdo'a
    Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits bahwa Nabi Saw setelah selesai perang Hunain:
    ”Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau”. (Muttafaq’alaih).


  • Berdoa dengan maksud baik
    Seseorang yang berdo'a harus baik dan bermanfaat seperti, disebutkan di dalam kisah Nabi Musa as:
    "Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku". Dan mudahkanlah untukku urusanku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Tha ha: 25) 


  • Ceritakan keluhan dan kebutuhan ketika berdoa
    Keluhan dan banyak butuh ini yang diceritakan Qur’an tentang doa para Nabi. Diantaranya keluhan Nabi Ya’qub:
    "Ya'qub menjawab: Sesungguhnya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86)

    Begitu pula keluhan Nabi Ayyub:
    "Dan ingatlah kissah Ayyub, ketika dia meyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang Penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83) 

  • Berdo'alah untuk diri sendiri terlebih dahulu seperti
    "Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kami. (QS. Al:-Hasyr: 5)

    Rasulullah Saw sendiri jika menyebut nama seseorang untuk didoakan, beliau memulainya untuk diri beliau sendiri (Hadist Sahih).


  • Berdo'alah pula untuk yang lain
    Seperti berdoa untuk orang tua, keluarga, teman, tetangga dan saudara seiman.

    Seperti firman Allah Swt:
    Dan mintalah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19)

    Rasulullah Saw bersabda:
    "Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan maka Allah akan menulis baginya dengan setiap orang yang beriman tersebut kebaikan.” (Hadist Hasan)


  • Jangan bersajak, dan pergunakan kalimat jelas.
    Ibnu Abbas pernah berkata kepada Ikrimah:
    “Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Saw dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut.” (HR. Bukhari)


  • Panggilah nama-nama Allah yang sesuai dengan kondisi si pendoa
    Misalnya: “ Ya Allah Yang Maha Pengasih kasihilah aku.”


  • Ucapkan aamiin bagi orang mendengarnya.
  • Memohon semuanya kepada Allah
    Baik masalah yang kecil sekalipun ataupun masalah yang berat dan besar:
    “Mintalah kepada Allah segala sesuatu sampai megadakan tali sendal sesungguhnya Allah Swt sendainya tidak memudahkan suatu urusan niscaya dia tidak akan menjadi mudah.”


Ust. Ackmanz Lc
Continue reading →

Dilema Lamaran Ditolak

1 comments
Ustadz Abdul hakim bin Amir Abdat hafizhahullah berkata :

Jadi pemuda yang gagah, jangan cengeng. Ngak apa - apa (ditolak). Tolak disini. Cari yang lain. Tolak sana, cari lagi sana. Gak ada istilah seperti sekarang "Saya gak bisa hidup tanpa mu." Itu omong kosong. Bohong itu.

Hati laki, lebih luas dari perempuan. Lebih dalam hati perempuan. Lebih banyak cinta nya dari perempuan. Mana dalil...?

Dalil nya firman Allah Subhanahu wa ta'ala :

فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ
"maka nikahilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. " [An-Nisa ayat 3]

Karena itu, hati laki - laki sekarang bisa cinta ini, sekejap dia lihat sana, dia cinta lagi, sekejap dia lihat sana, dia cinta lagi, lebih luas lagi.

Jadi suami berkata : "Saya (suka) sama kamu (isteri) aja." itu sekedar untuk meyenangi isteri.
Tapi diluar lain lagi, kalau dia berkumpul sesama laki - laki lain lagi. itu tidak bisa cegah, itu tabiat manusia.
Saya anggap cegeng kalau pemuda ditolak, gak mau makan, nangis, Itu sunnah nya orang-orang kafir.
Pemuda harus gagah..

Sumber: Status Tholabul Ilmu Syari
Continue reading →
Tuesday, January 15, 2013

NASIHAT RASULULLAH SAW KEPADA 'AISYAH RA

0 comments

Aisyah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku nasihatkan kepada kamu. Hendaklah kamu sentiasa mengingat nasihatku ini. Sesungguhnya kamu akan sentiasa di dalam kebajikan selama kamu mengingati nasihatku ini…”

Isi nasihat Rasulullah s.a.w tersebut bolehlah dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri kamu. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum kamu (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka. 

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu : 

1. Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), maksudnya tidak sabar apabila ditimpa musibah 

2. Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, maksudnya apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur. 

3. Mengkufurkan nikmat; maksudnya menganggap nikmat bukan dari Allah 

4. Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, maksudnya banyak bicara Yang tidak bermanfaat. 

Wahai, Aisyah, ketahuilah : 

1. Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah 

2. Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya. 

3. Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya Pada hari kiamat. 

4. Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemahuan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka. 

5. Bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sholatnya. 

6. Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun. 

7. Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk di hadapan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan lapan puluh kali cambuk dari api. 

8. Bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamullail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah. 

9. Bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya. 

10. Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah. 

Semoga ahlia-ahlia (isteri-isteri) kita dapat mengambil nasihat Nabi pada Aisyah ini di dalam kehidupan mereka. Namun kita sebagai suami hendaklah selalu mendoakan agar ahli-ahlia (isteri-isteri) kita bersifat seperti isteri-isteri Nabi saw serta kita hendaklah juga selalu memaafkan kesalahan dan kesilapan mereka. Pernah seorang lelaki mendatangi Umar r.a untuk mengambil pandangan berkaitan masaalah isterinya yang banyak bersongeh dan berleter. Setelah sampai didapati isteri Umur r.a pun seperti isterinya suka bersongeh dan berleter. Lalu ia pun meninggalkan Umar r.a. Setelah berjalan beberapa langkah Umar r.a menyedari lalu memanggil lelaki itu datang semula menghampirinya. 

Setelah diterangkan maksud kedatangannya lalu Umar r.a pun berkata,: “Siapa mereka, mereka adalah isteri kita. Mereka mendidik dan memelihara anak-anak kita. Merekalah yang menjaga harta benda kita. Mereka memasak makanan serta membasuh pakaian kita. Dan yang lebih penting mereka memelihara kita dari terjebak dengan zina. Sedikit kesilapan dan kesalahan mereka maafkanlah”. Lalu lelaki itu pun pulang dengan perasaan puas dengan nasihat Umar r.a.
Continue reading →
Monday, January 14, 2013

5 Perkara Tentang Berjamaah di Masjid

0 comments

Ada 5 perkara yang dijanjikan Allah dan RasulNya bagi orang-orang yang memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah 5 waktu setiap hari :

1. Di dunia akan dijauhkan dari kefakiran dan kemiskinan
2. Akan dijauhkan dari siksa kubur
3. Menerima kitab amal perbuatan dari tangan kanannya ketika di akherat
4. Melewati jembatan shiratal mustaqim secepat kilat
5. Oleh Allah akan Dimasukkan ke surga tanpa dihisab dan disiksa ( Hadits Qudsi )

Subhanallah, jadi semakin tahu , mengapa mall lebih ramai daripada masjid saat adzan berkumandang.
Karena yang rindu masjid dan mendatangi adzan adalah calon penghuni surganya Allah....
Continue reading →

Menyempurnakan Wudhu

0 comments


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Orang yang menyempurnakan wudhu kemudian menyempurnakan sholatnya baik yang wajib maupun sunnah,maka akan terpancar sinar menyejukkan dari wajahnya. Pancaran sinar karena keimanan dan tawadhu’(rendah hati) karena merasa betapa kecil dirinya di hadapan Allah.Bahkan kelak di hari perhitungan akan mudah dikenali karena bekas wudhunya. Itulah salah satu ciri yang kelak membedakan umat Islam dengan umat lainnya,sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhunya.” (HR.Ahmad,Bukhari dan Muslim).

Semoga atas hidayah dari Allah kita mampu menyempurnakan wudhu dan sholat semata-mata hanya mengharap ridha Allah,aamiin.. (◡‿◡✿)
Continue reading →

KISAH AMALAN SEORANG WANITA YANG TIDAK MAU BERJILBAB

0 comments

Al-Kisah Diceritakan , ada seorang wanita yg dikenal taat dalam beribadah. Dia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunah. Cumaa..., Hanya ada satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab menutupi aurotnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum, seraya menjawab: "Insya Allah yg penting hati dulu yg berjilbab." Sudah banyak orang yg menanyakan maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada disebuah taman yg indah. Rumputnya sangat hijau. Berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan bagaimana segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yg sangat jernih. Airnya kelihatan melintas dipimggir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ada beberapa wanita disitu yg terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita trsebut. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yg sangat lembut.

"Assalamu'alaikum saudariku,.."
"Wa'alaikum salam..., selamat datang wahai saudariku,,"
"Terimakasih, apakah ini syurga ?"

Wanita itu tersenyum. "Tentu saja bukan wahai saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum syurga."
"Benarkah ?, tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya syurga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini..."

Wanita itu tersenyum lagi kemudian bertanya, "Amalan apa yg bisa membuatmu kembali wahai sudariku ?"
"Aku selalu menjaga sholat, dan aku menambah dengan ibadah-ibadah sunah."
"Alhamdulillah.."

Tiba-tiba jauh diujung taman ia melihat sebuah pintu yg sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yg di taman tadi mulai memasukinya satu per satu.

"Ayo.., kita ikuti mereka !!" kata wanita itu sambil setengah berlari.
"Apa dibalik pintu itu?"
"Tentu saja syurga wahai saudariku.." Larinya semakin cepat.
"Tunggu.. tunggu aku.."
ia berlari sekancang-kencangnya, namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya,. Namun ia tetap saja tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga.
Ia lalu berteriak, "Amalan apa yg engkau lakukan sehingga eengkau tampak begitu ringan ?"
"Sama denganmu wahai saudariku.." jawab wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya.., ia berteriak pada wanita itu, "Amalan apalagi yg engkau lakukan yg tidak aku lakukan?"

Wanita itu menatapnya dan tersenyum lalu berkata, "Apakah engkau tidak memperhatikan dirimu apa yg membedakan dengan diriku?"

Ia sudah kehabisan nafas, tak mampu lagi menjawab. "Apakah engkau mengira bahwa Rabbmu akan mengizinkanmu masuk ke Syurga-Nya tanpa jilbab penutup aurot ?" kata wanita itu.

Tubuh wanita itu telah melewati, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar memandangnya dan berkata, "Sungguh disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki syurga ini. Cukuplah syurga hanya sampai dihatimu karena niatmu adalah menghijabi hati"

Ia tertegun.., lalu terbangun,..
beristighfar lalu mengambil wudhu. Ia tunaikan sholat malam, menangis dan menyesali perkataannya dahulu. Dan sekarang ia berjanji sejak saat ini ia akan MENUTUP AUROTNYA.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yg demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab, 59)

Berjilbab adalah perintah langsung dari Allah swt, lewat utusan-Nya yakni Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw. Yang namanya perintah dari Allah adalah wajib bagi seorang hamba untuk mematuhi-Nya. Dan apabila dilanggar , ini jelas ia telah berdosa.

"Wallahu A'lam Bish Showab"

'Ambillah hikmah walau darimana asalnya dan darimana datangnya, lihatlah apa yg disampaikan dan jangan dilihat siapa yg menyampaikan !, Jika ada kebaikan maka ambillah, akan tetapi jika tidak ada atau bahkan hanya keburukan ,maka jauhilah, sampaikanlah walau cuma satu ayat !!!'

Semoga Bermanfaat.
Continue reading →
Monday, August 6, 2012

Orang-orang yang Didoakan Malaikat

0 comments

Malaikat adalah makhluk Allah yang mulia, Allah SWT berfirman tentang malaikat:
"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang DIMULIAKAN, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya.  Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan SYAFA'AT melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)


Malaikat hanya akan mendoakan hamba Allah yang diridloi-Nya....
Siapakah hamba Allah yang didoakan oleh para Malaikat ?
Tentunya Anda juga mau didoakan oleh Malaikat bukan ?
Inilah hamba-hamba Allah yang didoakan oleh para Malaikat:

1. Orang yang duduk menunggu shalat.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia.  Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

2. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

3. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf).
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

4. Orang yang mengucapkan amiin bersamaan dengan Para malaikat dalam sholat.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

5. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. 
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

6. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.  Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

7. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.  Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

8. Orang - orang yang berinfak.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'.  Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

9. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

10. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

11. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian.  Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)


12. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.  Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

Continue reading →
Sunday, August 5, 2012

Pacaran

0 comments
Continue reading →
Tuesday, July 17, 2012

Jangan Pernah Tinggalkan Sholat!!

0 comments

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim... Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS:Ibrahim:40)

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.

Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’ Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjama'ah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya.

Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun).... Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’

Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Disebutkan dalam hadis lain, barang siapa meninggalkan sholat tanpa alasan yang dibenarkan syariat, pada hari kiamat Allah SWT tidak akan memedulikannya, bahkan Allah SWT akan menyiksanya dengan azab yang pedih. 

Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah. 

Dalam hadis yang berhubungan dengan peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW mendapati suatu kaum yang membenturkan batu ke kepala mereka. Setiap kali kepala mereka pecah, Allah memulihkannya seperti sedia kala. Demikianlah mereka melakukannya berulang kali. Lalu, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?”

“Mereka adalah orang-orang yang kepalanya merasa berat untuk mengerjakan sholat,” jawab Jibril.

Diriwayatkan pula, di neraka Jahanam ada suatu lembah bernama Wail. Andaikan semua gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya akan meleleh karena panasnya yang dahsyat. Wail adalah tempat orang-orang yang meremehkan dan melalaikan sholat, kecuali jika mereka bertobat.

Bagi mereka yang memelihara sholat secara baik dan benar, Allah SWT akan memuliakannya dengan lima hal, dihindarkan dari kesempitan hidup, diselamatkan dari siksa kubur, dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan, dapat melewati jembatan shirathal mustaqim secepat kilat, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

Dan barang siapa meremehkan atau melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, dan tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SAW.

Adapun enam siksaan yang ditimpakan di dunia adalah dicabut keberkahan umurnya, dihapus tanda kesalehan dari wajahnya (pancaran kasih sayang terhadap sesama), tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya, doanya tidak diangkat ke langit, tidak memperoleh bagian doa kaum salihin, dan tidak beriman ketika roh dicabut dari tubuhnya. Adapun tiga siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah mati secara hina, mati dalam keadaan lapar, dan mati dalam keadaan haus. Andai kata diberi minum sebanyak lautan, ia tidak akan merasa puas.

Sedangkan tiga siksaan yang didapat dalam kubur ialah, kubur mengimpitnya hingga tulang-belulangnya berantakan, kuburnya dibakar hingga sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelojotan menahan panas, tubuhnya diserahkan kepada seekor ular bernama Asy-Syujaul Aqra. Kedua mata ular itu berupa api dan kukunya berupa besi, kukunya sepanjang satu hari perjalanan.

”Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyiksamu, karena engkau mengundurkan sholat Subuh hingga terbit matahari, mengundurkan sholat Zuhur hingga Asar, mengundurkan sholat Asar hingga Magrib, mengundurkan sholat Magrib hingga Isya, dan mengundurkan sholat Isya hingga Subuh,” kata ular itu. Setiap kali ular itu memukul, tubuh mayat tersebut melesak 70 hasta, sekitar 3.000 meter, ke dalam bumi. Ia disiksa dalam kubur hingga hari kiamat. Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat berikut: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya.

Adapun tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Allah SWT adalah, pertama, ketika langit terbelah, malaikat menemuinya, membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya. Kemudian memasukkan rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadang kala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Malaikat itu berkata, ”Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abas berkata, ”Andai kata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.”

Kedua, Allah tidak memandangnya.

Ketiga, Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih. Demikianlah ancaman bagi orang-orang yang sengaja melalaikan sholat.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang bersegera menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Amin..

Rasulullah SAW bersabda, “Sembahlah Allah seakan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
(HR Bukhari dan Muslim)

wallahua'lam bishawab ....
Continue reading →
Monday, July 16, 2012

Keutaman Waktu Ashar

0 comments
Waktu Ashar banyak menyimpan keutamaan. Rasul menyebutkan bahwa waktu Ashar adalah salah satu tiket untuk memasuki syurga. Sabda beliau Shoallallahu'alaihiwassalam,,,,

“Barangsiapa melaksanakan shalat Bardain (Subuh dan Ashar) maka dia akan masuk syurga” (HR Bukhari)

Dalam hadits lain disebutkan, Dari jarir radhiallahu'anhu, dia berkata: “Suatu ketika kami bersama Nabi salallahu ‘alaihiwasallam kemudian pada suatu malam beliau melihat bulan purnama. Beliau bersabda,
“Kalian kelak akan melihat ALLAH sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, tanpa ada sesuatu yang menghalangi penglihatan kalian. Karena itu, jangan sampai kalian lewatkan shalat sebelum matahari terbit (Subuh) dan shalat sebelum matahari terbenam (Ashar).” Kemudian beliau membaca ayat 39 surah Qaf, “Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)” (HR Bukhari No 554)

Oleh karena pentingnya waktu Ashar ini, Allah ta'ala berfirman,
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat Wusthaa.” (Al Baqarah: 238)

Yang dimaksud dengan shalat wusthaa, menurut jumhur ulama’ adalah Shalat di waktu Ashar. Sabda Rasulullah,
“Mereka (orang kafir) telah menghambat kita dari melakukan shalat Wustha, yaitu shalat Ashar. Mudah-mudahan Allah memenuhi hati dan rumah mereka dengan api.” (HR Muslim)

Hadits di atas merupakan sebuah sinyal (signal) betapa pentingnya shalat Ashar dalam kehidupan seorang muslim. Bahkan, Rasulullah yang terbukti dengan kemurahan dan kemuliaan budi pekertinyapun mendoakan kaum kafir dengan kalimat laknat karena mereka menyebabkan beliau dan para sahabat tertinggal melakukan shalat Ashar ketika perang Khandaq.

Senada dengan ayat dan hadits di atas, dalam beberapa riwayat lain Rasulullah juga menyebutkan tentang konsekuensi negatif bagi siapa saja yang meninggalkan atau melewatkan waktu Ashar dengan sengaja.

Bahkan, mereka yang kehilangan shalat di waktu Ashar, dikatakan oleh Rasulullah dengan kehilangan harta, keluarga dan semua amal sholihnya. Dari Abdullah bin Umar radhiallahuanhu, Rasulullah bersabda,

“Orang yang kehilangan shalat Ashar bagaikan orang yang kehilangan keluarga dan harta kekayaannya.” (HR Bukhari No. 552)

Dalam riwayat lain juga disebutkan,
“Dari Buraidah, bahwa dia mengatakan kepada kaum muslimin ketika cuaca berawan, karena Nabi salallahu ‘alahiwasallam pernah bersabda, “Orang yang meninggalkan shalat Ashar hilanglah semua amal baiknya.” (HR Bukhari No. 553)

Dari penjelasan di atas, tidaklah heran jika Rasulullah memerintahkan kepada seluruh umatnya untuk mengisi waktu Ashar dengan memperbanyak doa dan dzikir. Keduanya merupakan sarana yang sengaja Allah ciptakan agar kita senantiasa terbentengi dari kejahatan setan yang terus menerus menabuh genderang (gendang besar) perangnya. Agar kita tetap bersiap siaga ketika waktu Ashar, meski ketika itu fisik dan pikiran kita berada dalam keadaan malas lantaran seharian bekerja.

~Wallahu'alam.
Continue reading →
Saturday, July 14, 2012

Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu

0 comments
Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)

Para pembaca yang budiman… kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba…

Seorang penyair berkata :
Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…
Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari

Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…

Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama

Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari
Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar

Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…
Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan

Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…

Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar

Tentunya setiap kita berharap dianugrahi husnul khotimah… ajal menjemput tatkala kita sedang beribadah kepada Allah… tatkala bertaubat kepada Allah…sedang ingat kepada Allah… , akan tetapi betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam kondisi husnul khotimah akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala ia sedang bermaksiat kepada Penciptanya dan Pencipta alam semesta ini…

Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah… hari-harinya ia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya ia umbar… hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati… lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah…

Ingatlah para pembaca yang budiman… sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalankan…

Berikut ini adalah kisah-kisah yang mencoba menggugah hati kita untuk membiasakan diri beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kitapun dalam keadaan beramal sholeh :

>>> Kisah Pertama: kisah seorang ahli ibadah Abdullah bin Idriis (190-192 H)

Dari Husain Al-’Anqozi, ia bertutur :

Ketika kematian mendatangi Abdullah bin Idris, maka putrinya pun menangis, maka Dia pun berkata:
“Wahai putriku, jangan menangis! Sungguh, Aku telah mengkhatamkan al Quran dirumah ini 4000 kali” (Lihat Taariikh Al-Islaam karya Ad-Dzahabi 13/250, Ats-Tsabaat ‘inda Al-Mamaat karya Ibnil Jauzi hal 154)

>>> Kisah kedua : Kisah Abu Bakr bin ‘Ayyaasy (193 H)

Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin ‘Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakrpun berkata kepadanya,
“Janganlah menangis, lihatlah di pojok rumah ini, sesungguhnya saudara laki-lakimu ini telah mengkhatamkan Al-Qur’an di situ sebanyak 18 ribu kali” (Lihat Hilyatul Auliyaa’ karya Abu Nu’aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383)

Demikianlah para pembaca yang budiman…Ahli ibadah ini Abdullah bin Idris telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 4000 kali… Abu Bakr bin ‘Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini… waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi….

>>> Kisah Ketiga : Kisah Aamir bin Abdillah Az-Zubair

Mush’ab bin Abdillah bercerita tentang ‘Aamir bin Abdillah bin Zubair yang dalam keadaan sakit parah :

‘Aaamir bin Abdillah mendengar muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat maghrib, padahal ia dalam kondisi sakaratul maut pada nafas-nafas terakhir, maka iapun berkata, “Pegang tanganku ke mesjid…!!” merekapun berkata, “Engkau dalam kondisi sakit !” , Diapun berkata,”Aku mendengar muadzin mengumandangkan adzan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)nya? Pegang tanganku…!" Maka merekapun memapahnya lalu iapun sholat maghrib bersama Imam berjama’ah, diapun shalat satu rakaat kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariikh Al-Islaam 8/142)

Inilah kondisi seorang alim yang senantiasa mengisi kehidupannya dengan beribadah sesegera mungkin… bahkan dalam kondisi sekarat tetap ingin segera bisa sholat berjama’ah…. Bandingkanlah dengan kondisi sebagian kita… yang tatkala dikumadangkan adzan maka hatinya berbisik : “Iqomat masih lama…., entar lagi aja baru ke mesjid…, biasanya juga imamnya telat ko’…, selesaikan dulu pekerjaanmu.. tanggung…”, dan bisikan-bisikan yang lain yang merupakan tiupan yang dihembuskan oleh Iblis dalam hatinya.

♥ ♥ ♥ Kisah Di masa Sekarang:

Pertama : Kisah Penumpang Kapal Mesir “Salim Express”

Laki-laki ini telah Allah selamatkan dari tenggelam pada kecelakaan kapal, “Salim Express” menceritakan kisah istrinya yang tenggelam dalam perjalanan pulang dari menunaikan ibadah haji. Orang-orang berteriak-teriak “kapal akan tenggelam” maka aku pun berteriak kepada istriku …“ayo cepat keluar!”

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar sampai aku memakai hijabku dengan sempurna.”

Suaminya pun berkata, ”inikah waktu utk memakai hijab??? Cepat keluar! Kita akan mati”.

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar kecuali jika telah kukenakan hijabku dengan sempurna, seandainya aku mati aku pun akan bertemu Allah dalam keadaan mentaati-Nya”.

Maka dia pun memakai hijabnya dan keluar bersama suaminya, maka ketika semuanya hampir tenggelam, dia memegang suaminya dan berkata, “Aku minta engkau bersumpah dengan nama Allah, apakah engkau ridho terhadapku?” Suaminya pun menangis. Sang istripun berkata, ”Aku ingin mendengarnya.” Maka Suaminya Menjawab, “Demi Allah aku ridho terhadapmu.” Maka wanita tersebut pun menangis dan berucap ”Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” senantiasa dia ulangi syahadat tersebut sampai tenggelam.

Suaminya pun menangis dan berkata, “Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku dan dia di surga”

♥ ♥ ♥ Kedua : Kisah seorang tukang adzan (Muadzdzin)

Dia adalah seorang yang selama 40 tahun telah mengumandangkan adzan, tanpa mengharap imbalan selain wajah Allah. Sebelum meninggal ia sakit parah, maka dia pun didudukkan di atas tepat tidur. Dia tak dapat berbicara lagi dan juga untuk pergi kemasjid. Ketika sakit semakin parah diapun menangis, orang-orang disekitarnya melihat adanya tanda-tanda kesempitan di wajahnya. Seakan-akan dia berucap ya Allah aku telah beradzan selama 40 tahun, engkau pun tahu aku tidak mengharap imbalan kecuali dari Engkau kemudian akan terhalangi dari adzan di akhir hidupku?. Kemudian berubahlah tanda-tanda diwajahnya menjadi kegembiraan dan kesenangan. Anak-anaknya bersumpah bahwasanya ketika tiba waktu adzan ayah mereka pun berdiri di atas tempat tidurnya dan menghadap kiblat kemudian mengumandangkan adzan di kamarnya, ketika sampai pada kalimat adzan yang terkahir “laa ilaaha illallah” dia pun jatuh di atas tempat tidurnya. Anak-anaknya pun segera menghampirinya, mereka pun mendapati ruhnya telah menuju Allah.

Para pembaca yang budiman…jika kematian telah tiba maka seluruh harta dan kekuasaan yang telah kita usahakan dan perjuangakan dengan mengerahkan seluruh tenaga dan peras keringat akan sirna…

♥ ♥ ♥ Kisah Khalifah Al-Ma’muun,

Ketika sakaratul maut mendatanginya diapun memanggil para tabib di sekelilingnya berharap agar bisa menyembuhkan penyakitanya. Tatkala ia merasa berat (parah sakitnya) maka ia berkata, “Keluarkanlah aku agar aku melihat para pasukan perangku dan aku melihat anak buahku serta aku menyaksikan kekuasaanku”, takala itu di malam hari. Maka Khalifah Al-Makmuun pun dikeluarkan lalu ia melihat kemah-kemah serta pasukan perangnya yang sangat banyak jumlahnya bertebaran di hadapannya, dan dinyalakan api. (Tatkala melihat itu semua) iapun berkata, “Wahai Dzat yang tidak akan pernah musnah kerajaannya… Sayangilah orang yang telah hilang kerajaannya…”. Lalu iapun pingsan.

Kemudian datanglah seseorang disampingnya hendak mentalqinnya kalimat syahadah, lalu Khalafah Al-Makmuun membuka kedua matanya tatkala itu dalam keadaan wajahnya yang merah dan berat, ia berusaha untuk berbicara akan tetapi ia tidak mampu. Lalu iapun memandang ke arah langit dan kedua matanya dipenuhi dengan tangisan maka lisannya pun berucap tatkala itu, “Wahai Dzat Yang tidak akan mati sayangilah hambaMu yang mati”, lalu iapun meninggal dunia. (Lihat Muruuj Adz-Dzahab wa Ma’aadin Al-Jauhar karya Al-Mas’uudi 2/56 dan Taariik Al-Islaam karya Adz-Dzahabi 15/239)

♥ ♥ ♥ Kisah Khalifah Abdul Malik bin Marwaan:

Tatkala ajal menjemput Khalifah Abdul Malik bin Marwaan maka iapun memerintahkan untuk dibukakan pintu istana, tiba-tiba ada seorang penjaga istana yang sedang mengeringkan bajunya di atas batu, maka iapun berkata, “Siapa ini?”, maka mereka menjawab, “Seorang penjaga istana”.
Maka iapun berkata, “Seandainya aku adalah seorang penjaga istana…”. Ia juga berkata, “Seandainya aku adalah budak miliki seorang yang tinggal di pegunungan Tihaamah, lantas akupun menggembalakan kambing di pegunungan tersebut”.

Diantara perkataan terakhir yang diucapkannya adalah,

“Yaa Allah, jika engkau mengampuniku maka berilah pengampunanMu yang luas, seandainya aku hanyalah seorang tukang cuci, aku hidup dari hasil penghasilanku sehari untuk kehidupan sehari”

Dan diriwayatkan bahwsanya tatkala Khalifah Abdul Malik bin Marwan sakit parah maka iapun berkata, “Keluarkanlah aku di beranda istana…”, kemudian ia melihat megahnya kekuasaannya lalu iapun berkata, “Wahai dunia sungguh indah engkau…, ternyata lamanya waktumu sangatlah singkat, kebesaranmu sungguh merupakan kehinaan, dan kami ternyata telah terpedaya olehmu”. Lalu iapun mengucapkan dua bait berikut ini ;

Jika engkau menyidangku wahai Robku maka persidanganMu itu merupakan sebuah adzab yang tidak mampu aku hadapi

Atau jika engkau memaafkan aku maka engkau adalah Tuhan Yang Maha memaafkan dosa-dosa seorang hamba yang bersalah”

(Lihat Mukhtashor Taariikh Dimasyq 5/88-89 dan Al-Kaamil fi At-Taariikh 4/238-239)

Para pembaca yang budiman…. Janganlah terpedaya dengan gemerlapnya dunia ini…

Rasulullah bersabda,

“Perbanyaklah kalian mengingat penghancur keledzatan”, yaitu kematian (Dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam irwaa al-goliil 3/145)

Imam Al-Qurthubi berkata: “Ketahuilah sesungguhnya mengingat kematian menyebabkan kegelisahan dalam kehidupan dunia yang akan sirna ini, dan menyebabkan kita untuk senantiasa mengarah ke kehidupan akhirat yang abadi.

Seseorang tidak akan terlepas dari dua kondisi, kondisi lapang dan sulit, kondisi di atas kenikmatan atau di atas ujian. Jika ia berada pada kondisi sempit dan di atas ujian maka dengan mengingat mati akan terasa ringanlah sebagian ujian dan kesempitan hidupnya, karena ujian tersebut tidak akan langgeng dan kematian lebih berat dari ujian tersebut. Atau jika ia berada dalam kondisi penuh kenikmatan maka mengingat mati akan menghalanginya agar tidak terpedaya dengan kenikmatan tersebut” (At-Tadzkiroh 1/123-124)

Imam Al-Qurthubi juga berkata:

Yazzid Ar-Ruqoosyi berkata kepada dirinya : “Celaka engkau wahai Yaziid, siapakah yang akan sholat mewakilimu jika engkau telah meninggal?, siapakah yang akan mewakilimu berpuasa setelah kematianmu?, siapakah yang mendoakan engkau agar Robmu meridhoimu setelah matimu?”. Lalu ia berkata, “Wahai manusia, janganlah kalian menangisi diri kalian sepanjang hidup kalian, barangsiapa yang kematian mencarinya, kuburan merupakan rumahnya, tanah merupakan tempat tidurnya, dan ulat-ulat menemaninya, serta ia dalam kondisi demikian menantikan tibanya hari kiamat yang sangat dahysat maka bagaimanakah kondisinya?”. Lalu iapun menangis dan menangis hingga jatuh pingsan. (Lihat At-Tadzikorh 1/124)

Kisah penutup :

Dari Abdullah putra Imam Ahmad bin Hambal berkata:

Tatkala kematian mendatangi ayahku maka akupun duduk disampingnya, dan di tanganku ada sepotong kain untuk mengikat dagu beliau (yang dalam keadaan tidak sadarkan diri). Maka beliaupun mencucurkan keringat lalu beliau tersadar dan membuka kedua mata beliau dan beliau berkata, “Tidak, belum…!” seraya menggerakkan tangan beliau (memberi isyarat penolakan). Lalu beliau melakukan hal yang sama untuk sekali lagi, kedua kali lagi. Dan tatkala beliau mengulangi hal ini (mengucapkan : “Tidak, belum..!, seraya menebaskan tangan beliau) untuk ketiga kalinya maka akupun berkata, “Wahai ayahanda, ada apa gerangan?, engkau mengucapkan perkataan ini dalam kondisi seperti ini?”. Engkau mencucurkan keringat hingga kami menyangka bahwa engkau telah meninggal dunia, akan tetapi kembali engkau berkata, “Tidak, tidak…, belum…!”. Lalu ia berkata, “Wahai putraku, engkau tidak tahu?”, aku berkata, “Tidak”. Ia berkata, “Iblis –semoga Allah melaknatnya- telah berdiri dihadapanku seraya menggigit jari-jarinya, dan berkata, “Wahai Ahmad engkau telah lolos dariku”, maka aku berkata kepadanya, “Tidak, belum, aku belum lolos dan menang darimu hingga aku meninggal” (lihat Sifat As-Sofwah 2/357)

Kisah ini mengingatkan kepada kita bahwasanya pertempuran melawan Iblis dan para pengikutnya tidak pernah berhenti hingga maut menjemput kita. kita tidak boleh pernah lalai dan merasa telah mengalahkan Iblis, karena Iblis dan para pengikutnya akan senantiasa mengintai dan mencari celah-celah untuk menjeremuskan kita sehingga bisa menemaninya di neraka Jahannam yang sangat panas….!!!!, Maka wasapadalah selalu… melawan musuh yang melihatmu padahal engkau tidak melihatnya… musuh yang senantiasa mendatangimu dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri sementara engkau dalam keadaan lalai…. Musuh yang sudah sangat berpengalaman dalam menjerumuskan anak keturunan Adam dengan berbagai metode dan jerat…. Hanya kepada Allahlah kita mohon keselamatan dari musuh yang seperti ini modelnya… walaa haulaa wa laa quwwata illaa billaaah

Saudaraku yang mulia…!!

Allah Yang Maha Mulia telah memberlakukan sunnatullahNya bahwasanya: “Orang yang hidup di atas sesuatu pola/model kehidupan maka ia pun akan mati di atas model tersebut, dan kelak ia akan dibangkitkan di atas model tersebut”

Siapkanlah dirimu menyambut tamu yang akan mendatangimu secara tiba-tiba…yaitu kematian, jangan sampai tamu tersebut menemuimu dalam kondisi engkau sedang bermaksiat kepada Robmu.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengamalkan ilmunya......

Aamiin yaa Robbal'aalamiin..........
Continue reading →
Wednesday, July 11, 2012

[Kisah] Papa, Mama, Aldo Tunggu Di Pintu Surga

0 comments
 ~ Bismillahir Rahmaanir Rahiim ~

Fany (bukan nama sebenarnya) adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama.

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Sutiono (bukan nama sebenarnya ) yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Sutiono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Fany. Dan mereka pun melaksanakan pernikahan di sebuah gereja di sebuah kota .

Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya , Fany beserta sang suami berangkat dan menetap di sebuah kota , meninggalkan asal daerah mereka. Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Roni , Maria dan Aldo.

Di lingkungan barunya, Fany terlibat aktif sebagai jemaat Gereja. Demikan pula sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Sutiono saat itu menduduki jabatan penting pada perusahaan tempat ia bekerja. .

Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang kemudian digunakan menjadi tempat ibadah (Gereja).

Meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, sang suami tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu, Aldo , putra bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan nya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa putranya mengalami kelelahan. Akan tetapi sang mama masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.

Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Aldo yang masih terkulai lemah, meminta sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan. Sang papa pun keluar ruangan untuk memberitahu sang mama ihwal permintaan putra bungsunya itu.

Namun, Fany tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada sang papa ”Saya sudah tahu.” Itu saja.

Sang papa merasa heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak. Di dalam, Aldo berucap, “Tapi udahlah, tidak apa-apa.. Pah, hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”

Sontak, rasa takjub menyergap sang ayah . Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.

Hingga sore menjelang, sang anak kembali berujar, “Pah, Aldo mau pulang!”

“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab sang ayah. “Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Aldo tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Aldo setengah memaksa.

Belum hilang keterkejutan sang ayah, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung. Tapi perlahan Aldo dituntun sang ayah, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Sang ayah memang hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.

Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, setelah Adzan maghrib sang anak dipanggil sang Pencipta. Sang ayah pasrah ketika putranya menghembuskan nafas terakhirnya.

Tiba jenazah di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Sang mama yang masih sedih waktu itu seakan melihat alm putranya menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.” Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Aldo ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.

Sepeninggal Aldo

Sepeninggal anaknya, sang mama sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga sang mama langsung teringat ucapan mendiang Aldo semasa TK dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang pembantu muslimah yang bertugas merawat Aldo di rumah. Saat itu sang mama menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?” “Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Aldo singkat.

Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, sang mama meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji (pada waktu itu). Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000. Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan sang mama sebagai amanat dari Aldo untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat nya di rumah.

Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Fany via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Aldo. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan, “Tolong sampaikan kepada mama dan papa ya mbok, kepergian Aldo tak usah terlalu dipikirkan. Aldo sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”

Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan sang mama mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.

Satu malam saat tertidur, sang mama dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Fany tetap tak mendapat jawaban.

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.” Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.

Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Aldo membuat sang mama berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.

Setelah memeluk Islam, Fany secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja , sang mama selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sampai suatu malam, Sang ayah terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Sutiono saat melihat istri tercintanya, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.

“Lho kok Mamah shalat,” tanya nya . “Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab sang mama lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.

Akhirnya sang ayah Kembali ke Islam

Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, sang suami seperti berada di persimpangan dan akhirnya kembali kepada Islam. Mereka bersama kedua putranya melalui babak baru sebagai seorang muslim.

Selesai shalat, sang ayah langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”

Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.
__________

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan manfaat atas Kebesaran dan Keagungan sebuah hidayah dari Allah .. bagi sesiapapun hamba-hamba Nya, yang Dia kehendaki ..

Forgiveness Allah,
☆Jazakumullahu khayran wa barakallahu fiikum☆
sumber
Continue reading →

Kewajiban Seorang Suami Terhadap Istri

0 comments

1. Memberikan mahar kepada isteri

“Berikanlah mahar kepada wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan”.(An-Nisa`:4)

“…berikanlah kepada isteri kalian maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban”.(An-Nisa`:24)

“Lihatlah apa yang boleh engkau jadikan mahar dalam pernikahanmu, walaupun hanya cincin dari besi”. (HR. Bukhari-Muslim)

2. Menjadi pelindung dan pemimpin bagi isteri

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), kerana Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya”. (Q.S. An-Nisa:34)

3. Berlemah-lembut dalam memperlakukan, mendidik dan memimpin isteri

“Bergaullah kalian dengan para isteri secara patut. Apabila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah kerana mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (An-Nisa`: 19)

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, janganlah dia mengganggu tetangganya, dan perlakukanlah wanita dengan baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sesungguhnya bahagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bahagian atasnya. Jika engkau bermaksud meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Oleh kerana itu, perlakukanlah wanita dengan baik”. (HR. Al-Bukhari Muslim)

4. Memberikan nafkah kepada isteri

“Hendaklah orang yang diberi kelapangan memberikan nafkah sesuai dengan kelapangannya dan barangsiapa disempitkan rezekinya maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang Allah berikan kepadanya”. (Ath-Thalaq: 7)

“Bertakwalah kepada Allah dalam perihal wanita. Karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanat Allah dan dihalalkan atas kalian kemaluan mereka dengan kalimat Alah. Maka hak mereka atas kalian adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan cara yang ma’ruf”. (HR. Muslim)

“Engkau beri makan isterimu apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya, dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah”. (HR. Abu Dawud)

“Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap isteri-isteri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka”. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Seseorang sudah cukup berdosa apabila menyia-nyiakan siapa yang wajib diberinya makan”. (HR. Muslim)

5. Tidak menyebarkan aib isterinya

“Manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang ‘mendatangi’ isterinya, dan wanita itu pun ‘mendatangi’ suaminya, kemudian ia menyebarkan rahsia isterinya”. (HR. Muslim)

6. Berbuat baik (ma’ruf) dan sabar terhadap isteri

“Dan para isteri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf”. (Al-Baqarah: 228)

“Kaum mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baiknya kalian ialah yang terbaik kepada isteri-isterinya”. (HR. At-Tirmidzi)

“Islam itu mempunyai tanda dan petunjuk jalan,” dan seterusnya…, di antaranya disebutkan, “Engkau memberi salam kepada keluargamu ketika menemui mereka dan engkau memberi salam kepada suatu kaum ketika melewati mereka. Siapa yang meninggalkan sesuatu dari hal itu, maka dia telah meninggalkan satu bahagian dari Islam. Dan siapa yang meninggalkan semuanya, maka ia telah berpaling dari Islam”. (HR. At-Tirmidzi)

“Barang siapa antara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari isterinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub a.s atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa antara para isteri bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiyah, isteri fir’aun”. (HR. Nasa`i dan Ibnu Majah)

7. Membantu isteri untuk taat kepada Allah SWT, menjaganya dari api neraka, dan memberikan pengajaran agama

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu….” (At-Tahrim: 6)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa yang memimpin atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang mereka dan seorang pria adalah pemimpin atas keluarganya, dan ia akan ditanya tentang mereka”. (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu-Dawud, Ahmad)

“Semoga Allah merahmati seorang pria yang bangun malam untuk solat dan membangunkan isterinya untuk solat. Jika isterinya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam untuk mengerjakan solat dan membangunkan suaminya untuk solat. Jika suaminya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya”. (HR. An-Nasa’i)

8. Suami berhak cemburu dan menjaganya

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan putri-putrimu serta wanita-wanita kaum mukminin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih pantas bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) hingga mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Penyayang”. (Al-Ahzab: 59)

“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: ‘Hendaklah mereka menundukkan sebahagian pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” (An-Nur: 31)

“… janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya (tidak mungkin ditutupi). Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua), atau di hadapan putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau di hadapan saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki), atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau di hadapan wanita-wanita mereka..” (An-Nur:31)

Dalam khutbah haji wada’ Rasulullah SAW berpesan kepada umatnya tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hidup berumah tangga. Rasulullah SAW berpesan:

“Ingatlah, berilah pesan yang baik terhadap isteri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu jangan berbuat kejam kepada mereka. Janganlah berbuat sesuatu yang melampaui batas kepada mereka, kecuali telah nyata bahawa mereka melakukan kejahatan. Jika memang mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemui mereka di tempat tidur. Jika engkau telah memisahkan mereka dari tempat tidurmu, mereka masih tidak merasa bersalah, maka pukullah mereka dengan pukulan yang ringan yang tidak melukai. Apabila mereka taat, janganlah berlaku keras terhadap mereka”.

“Ingatlah, sesungguhnya isterimu mempunyai hak terhadap kalian para suami. Hak kalian terhadap isterinya adalah melarang mereka mengizinkan masuk seseorang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu. Hak mereka atas kamu adalah kamu pergauli mereka dengan cara yang baik, tidak memukul mukanya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan memenuhi segala keperluan mereka terutama makanan dan pakaian serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah”. (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah, orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Orang yang paling baik budi pekertinya adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya” (HR At Tirmidzi)

“Janganlah seorang mukmin memarahi isterinya ataupun seorang wanita beriman. Jika tidak suka terhadap salah satu sifatnya, maka pasti ada sifat lainnya yang menyenangkan. Dunia ini adalah suatu kesenangan yang sementara, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang solehah” (HR Muslim)


~Mutiara Hati~
Continue reading →
Tuesday, July 10, 2012

Bagaimana Menjaga Pandangan Dari Melihat Yang Haram

0 comments
Allah swt memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )


Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)


Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.” Bagaimana hendak memalingkan pandangan dengan segera? Di hujung artikel disediakan muhasabah diri untuk diamalkan..


Melihat aurat wanita menyebabkan ketagihan yang memaksa individu tersebut melihatnya berulang ulang kali malah dengan lebih kerap. Hal ini kerana dengan melihat aurat perempuan (atau melakukan aktiviti seksual), bahagian otak yang terlibat dalam ketagihan (nucleus accumbens) dirangsang dengan keseronokan perbuatan melihat yang haram itu, sehingga menyebabkan ketagihan. Bahagian otak yang disebutkan ini amat istimewa kerana ia berfungsi untuk menggalakkan manusia melakukan apa apa yang memberikan keseronokan kepada tuannya. Nucleus accumbens (sebahagian dari ventral striatum) dan amygdala bertindak dalam sistem 'punish and reward' yang memastikan manusia menjauhi perkara yang dianggap salah dan mengulangi perkara yang dianggap menyeronokkan



EKSPERIMEN

Dalam satu eksperimen menggunakan haiwan, satu elektrod telah dipasang ke bahagian otak haiwan ini iaitu di nukleus accumbens untuk mengaktifkan nukleus yang merangsang rasa seronok ini. satu suis (yang mudah dipijak) kemudiannya diletakkan di hadapan haiwan tersebut untuk membolehkannya menyalakan litar. Sewaktu haiwan itu terpijak suis di hadapannya, satu aliran elektrik mengalir ke kawasan otak nukleus accumbens kemudian menyebabkan haiwan tersebut merasakan seronok yang amat. Oleh sebab ia merasakan seronok, haiwan tersebut dengan sengaja memijak mijak lagi suis tersebut (ia mengalami ketagihan).

Perkara yang sama berlaku dalam individu yang ketagihan dadah. Mereka menggunakan ubat yang merangsang nukleus accumbens sehingga mereka berasa sangat seronok dan berada di awangan. penyalahgunaan dadah ini menyebabkan nukleus accumbens menggalakkan penagih dadah untuk menggunakan lebih banyak bahan merbahaya tersebut. Selain permintaan yang lebih tinggi oleh nukleus accummbens, toleransi terhadap dadah menyebabkan lebih banyak kuantiti dadah digunakan untuk memuaskan nafsu penagih.

Perkara yang sama berlaku dalam kes rangsangan otak terhadap seks. Penyalahgunaan media tv, internet, gambar gambar, melihat wanita tidak menutup aurat dapat memberikan rangsangan kepada bahagian otak, seterusnya menyebabkan permintaan untuk mengulanginya semakin tinggi dalam skala yang lebih besar. Kerana itulah Allah berfirman di dalam Al Quran:

"Dan janganlah kamu menghampiri zina"(surah Al-isra' ayat 32)

Menghampiri zina ialah apabila kita mula melihat perkara perkara haram iaitu aurat wanita, mendengar alunan suara wanita yang mengasyikkan sehingga khayal dalam mebayangkannya, membayangi wanita (berilusi), menonton pornografi, bersedudukan antara lelaki dan wanita, sms sms lucah dan lain lain lagi. Al Quran adalah sangat tepat dalam definisinya 'menghampiri' dalam ayat diatas kerana dengan menghampiri perbuatan perbuatan ini, fizikal badan manusia secara semulajadi akan memahukan sesuatu yang lebih lagi dari semasa ke semasa sehingga membawa kepada penzinaan, sekiranya perkara yang dianggap 'kecil' ini (menjaga pandangan) tidak diambil tindakan..


Secara psikologinya, kehendak manusia melihat kepada aurat wanita adalah kerana 'kecantikan' mereka, iaitu kecantikan yang sengaja diletakkan ke dalam jiwa lelaki oleh Allah SWT terhadap gadis gadis. Allah berfirman di dalam Al Quran:

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak......(Surah al Imran [3]:14)"

Sememangnya fitrah manusia lelaki suka melihat kecantikan gadis gadis kerana itulah yang dijadikan oleh Allah kepada mereka. Namun, harus kita sedar, bahawa kecantikan yang kita minati dan dikejar kejarkan itu sebenarnya merupakan satu galakan yang Allah berikan kepada kita untuk mengejar bidadari Allah di hari akhirat. Sebenar benar kecantikan wanita (dari sudut fizikal dan rohani) ialah kecantikan yang dimiliki oleh bidadari yang Allah sediakan untuk orang orang beriman di syurga.

Kecantikan gadis gadis muda (tambahan pula yang seksi dan sebagainya) yang kita jumpai di muka bumi ini adalah kecantikan palsu belaka, yang mana ia akan hilang ditelan masa. Adakah kecantikan itu yang kita kejar kejar, sampai tergamak membelakangi agama, walhal yang dikejar kejar itu tidak lah bertahan lama.

Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu dalam Sunan-nya (no. 1173) berkata, “Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ashim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Muwarriq, dari Abul Ahwash, dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda maksudnya:

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3109, dan Al-Irwa’ no. 273. Dishahihkan pula oleh Al-Imam Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Apabila manusia bertopengkan bidadari itu telah tua dan topengnya telah lusuh, maka mencarilah si lelaki itu manusia bertopengkan bidadari yang baru hingga terlupa masa hidupnya sudah semakin pendek.. Akibat terlalu banyak menghabiskan masa mengejar kecantikan palsu di dunia ini, hingga terlupa mengingati tanggungjawab yang Allah berikan, berita buruk untuk nya di akhirat iaitu: mereka dinafikan rahmat mendapat bidadari malah dimasukkan ke dalam neraka, na'uzubillah..

Oleh itu digalakkan kita bermuhasabah diri, setiap kali melihat kecantikan gadis yang mengganggu iman.



Hadis nabi Muhammad SAW, baginda bersabda:
Wahai orang muda. Sesiapa yang sudah mampu berkahwin, berkahwinlah. Sekiranya tidak mampu, hendaklah dia berpuasa kerana puasa itu adalah wija.

Kebenaran berpuasa ini sememangnya mempunyai kaitannya dengan fungsi nucleus accumbens yang juga diaktifkan oleh makanan yang lazat, kerana makanan merupakan antara yang mendatangkan keseronokan (reward) kepada manusia (dan haiwan). Hal ini diterangkan seperti berikut:


"Reward is an operational concept for describing the positive value an individual ascribes to an object, behavioral act or an internal physical state. Natural rewards include those that are necessary for the survival of species, such as eating, drinking, sex, and fighting"
- "Dopamine Involved In Aggression". Medical News Today. 2008-01-15.


Kaitan antara bagaimana berlapar dengan kebolehan mengurangkan aktiviti nucleus accumbens terhadap ketagihan seksual harus dikaji dengan lebih lanjut untuk mendapatkan kesahihan kepada perkara ini, samada ianya dapat menyokong (menambahkan hujjah saintifik) hadis nabi tentang berpuasa ataupun tidak. Namun tak kira apa pun keputusannya, sebagai seorang muslim, kita wajib mempercayai kebenaran hadis nabi sebagai resolusi terbaik dalam menyelesaikan masalah harian kita..


Disalin dengan sedikit ubahsuai dari : http://www.blog.kesihatanonline.com/2011/03/menjaga-pandangan-dari-melihat-yang.html#ixzz1Sbl92XLZ

Sesungguhnya orang yang beriman itu ialah orang yang apabila disebutkan Allah akan gementar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya (ayat-ayat Allah) akan bertambahlah iman mereka, dan kepada Rab (Tuhan) mereka bertawakal. ( Surah an-Anfal : Ayat 2 )

Wallahua'lam 

Continue reading →